Singkong dengan Varian Berbagai Rasa akan Mempunyai Nilai Ekonmis Tinggi

oleh

PONOROGO .GSI News.Net – Ada Kalanya Suatu Ide Yang Biasa  Menjadikan Ide tersebut Menjadi Luar Biasa ,  Biasa dan Luar  Biasa  Sebuah Ide ternyata  juga membutuhkan suatu kondisi ,tempat  dan kemanfaatannya sebuah ide tersebut, Sebuah Ide biasa  bisa Menjadi Luar Biasa ketika Ide itu Bisa di Realisasikan dan bermanfaat bagi Masyarakat  yang akan menjalankan Ide tersebut, Ide Yang Luar biasa juga Belum tentu Hebat jika tidak bisa terealisasi serta tidak ada kemanfaatnnya bagi Masyarakat .

Untuk Itu kita semua Jangan pernah jenuh untuk Berinisiatif dan berinpirasi terhadap Ide ide  kita sendiri ,  dan Suatu saat Sebuah Ide dari diri anda akan  bermanfaat bagi masyarakat Luas,  yang membutuhkan ide anda.

Nah Pemirsa…INSPIRASI KITA , Kali Ini Menyorot  Kegiatan Tentang  Kiat pengabdian Masyarakat atau KPM yang di lakukan  Oleh  IAIN Ponorogo Yang  Berada di Lokasi Dukuh Krajan Desa Watu Bonang Kecamatan Badegan Ponorogo, Sebuah Kelompok KPM IAIN  , yang Berada di Dukuh Krajan Ini bisa menjadikan sebuah INSPIRASI KITA, Karena Berawal Melihat  sebuah Letak Geografis  Lahan perkebunan Singkong  di desa tersebut , Kelompok  KPM  Memberikan Sulosi  Pengolahan Singkong untuk Meningkatkan Nilai Ekonomis Yang lebih baik  untuk warga desa watu Bonang Tersebut,  Karena Kelompok KPM ini Melihat Selama ini Pengolahan Singkonmg di lakukan Secara Tradisional Sehingga Singkong yang di Hasilkan dari desa tersebut  Mempunyai Nalai ekomi yang rendah.

Dengan sebuah Ide untuk Menjadikan Nilai Singkong Ini Untuk Menjadi singkong yang mempunyai Nilai Ekonomis yang Tinggi, Kelompok KPM ini memberikan Pelatihan Pembuatan Kripik Singkong, dengan berbagai Varian Rasa dan Sekaligus Packing, Sehingga Singkong Yang ada di Watu Bonang Nanti Benar Benar mempuyai daya Saing Ekonomis Yang Tinggi denga Produk Makanan Lainya.

Darini salah satu Warga setempat  Mengaku ,  mengikuti Pelatihan Pembuatan Kripik Singkong dari Kelompok KPM  Mahasiswa IAIN Ponorogo Tersebut Sangat Bermanfaat,  Karena selama Ini Ia Mengaku saat membuat Kripik Singkong Selalu Keras tidak Seperti Pelatihan yang di Berikan Oleh Mahasiswa KPM tersebut.

Dwi Nikasari Salah satu Perwakilan Mahasiswa KPM, Menjelaskan Bahwa Ide Pembuatan Kripik singkong tersebut, atas Kesepakat Bersama Kelompoknya, Karena Melihat Lingkungan Dukuh Krajan tersebut, berlimbah tanaman singkong, dan Masyarakat sekitar menjual singkong hasil kebunya tanpa ada Reproduksi Lebih dahulu Sehingga Sinkong di jual se usai di panen, Sehingga Harga  jual singkongpun  sangat Murah yaitu 2000 sampai dengan 3000 rupiah Perkilonya, Melihat Singkong Yang Melimpah tersebut , akhirnya Muncul Ide untuk memberikan Pelatihkan pembuatan Kripik Singkong kepada Warga Dukuh Krajan Tersebut. ( GSINews- Ins.kit)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *