Dinsos Bina Program Pemberdayaan Inklusif Penyandang Disabilitas Melalui Kewirausahaan Ekonomi Kreatif

oleh

MAGETAN.GSINews.Net-Kementrian Sosial mengadakan kunjungan yang diwakili BBRSBG Temanggung ke Kampung Peduli KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) Sambung Roso. dalam acara program pemberdayaan inklusif bagi penyandang disabilitas melalui Kampung Peduli KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) Sambung Roso, Desa Simbatan Kecamatan Nguntorodadi. Yang tujuannya tidak lain untuk memberdayakan para penyandang disabilitas melalui kewirausahaan ekonomi kreatif antara lain pengembangan batik cipratnya.

Acara dihadari oleh Kasubid Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual Kementrian Sosial RI Prayitno, Kepala BBRSBG Temanggung Dra. Murharjani, MP. Kepala BBRSBD Solo Bambang Sugeng, MM. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan Sucipto, SH, M,Hum juga Camat Nguntorodadi yang diwakilkan oleh Sekretaris Kecamatan Nguntorodadi Ida Saiful. dan dibuka dengan Tarian Dewi Sri dari Desa Simbatan Nguntorodadi.

Selain Itu Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari APCD (Asia Facific Development Center On Disability) Pongwattana. Dalam acara ini juga ditampilkan berbagai kreasi dari para penyandang disabilitas diantaranya persembahan Tari Ganongan yang dibawakan oleh anak-anak dari Sekolah Luar Biasa Takeran.  tidak hanya itu ditampilkan juga dalam acara ini Peragaan Busana Batik Ciprat Kampung Peduli Desa Simbatan, batik-batik tersebut tidak lain adalah hasil karya dari para penyandang disabilitas. Meski dengan banyak keterbatasan hal ini tidak lantas membuat mereka berhenti berkarya, sebaliknya mereka mampu melahirkan karya-karya yang luar biasa.

Sucipto Menjelaskan bahwa acara ini adalah kunjungan dari Kementrian sosial melalui kampung peduli KSM Sambung Roso yang membina Para penyandang disabilitas terutama dalam mengembangkan potensi batik cipratnya, selain itu kemensos juga akan terus membina dan membatu dalam pemasaran batik ciprat karya para penyandang disabilitas ini.

Dalam kesempatan yang sama Pongwattana Sebagai perwakilan tamu luar negeri, juga berharap program ini akan semakin berkembang. tidak hanya itu saja pemberdayaan para disabilitas ini juga membutuhkan dukungan baik dari pemerintah maupun warga sekitar, agar para penyandang disabilitas juga dapat bekerja dengan lebih baik lagi. Dan diakhir acara kegiatan, ditutup dengan  menyaksikan Praktek Membatik serta Pameran Hasil Karya Kampung Peduli Desa Simbatan. (GSI News-Goes)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *