Sensasi Naik Kerbau Bupati Ngawi Dalam Karnaval Kerbau Desa Banyu Biru

oleh

NGAWI.GSINews.Net – Kampung pesilat dan kampung tiga dimensi mungkin sudah sering di dengar warga, namun bagaimana dengan keberadaan kampung kerbau, sebuah kampung di Kabupaten Ngawi yang mana di huni oleh ratusan kerbau, penasaran dengan keunikan kampung kerbau tersebut.

Karnaval atau pawai lazimnya di ikuti oleh manusia menggunakan kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Namun di kabupaten Ngawi, tepatnya di Desa Banyu Biru, Kecamatan Widodaren pawai justru di ikuti oleh ratusan kerbau.

Kerbau yang berjumlah lima ratus an tersebut, oleh warga di arak mengelilingi sebuah kampung yang berada tepat di tengah-tengah areal hutan jati milik Perhutani Ngawi. Tak ayal  adanya pemandangan yang jarang ditemui saat ini menarik perhatian oleh ratusan pasang mata.

Ratusan warga yang berasal dari desa sekitar tersebut sejak pagi nampak sudah berjubel di pinggiran jalan yang menjadi rute pawai kerbau. Sebelum di pawai, kerbau dengan berbagai usia tersebut di keluarkan dari kandang dan di bawa ke areal hutan untuk di gembala.

Setelah di gembala, kerbau dibawa ke sungai untuk dimandikan terlebih dahulu sebelum di arak ke areal lapangan. Tradisi tersebut memang sengaja dimunculkan oleh warga sekitar sebagai wujud keberadaan desa yang kini disebut desa kerbau.

Dan keberadaan kerbau yang saat ini sudah susah ditemui di sekitar masyarakat menjadi daya tarik bagi warga untuk datang dan berdekatan dengan hewan ini.

Beberapa Pejabat Pemkab Ngawi  juga nampak hadir dalam acara yang dikemas dalam ritual Gumbrekan Maheso ini. Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan oleh pengunjung untuk merasakan sensasi naik kerbau, salah satunya bagi Bupati Ngawi Budi Sulistyono.

Menurut orang nomor satu di Pemkab Ngawi tersebut menyebutkan bahwa keberadaan ternak kerbau tersebut sudah terjadi sejak nenek moyang masyarakat setempat,  yang hingga kini masih dipertahankan warga sebagai ternak andalan untuk menopang perekonimian warga.

Selain itu, menurut keterangan dari salah satu peternak kerbau musim kemarau seperti saat ini merupakan musim yang sulit bagi peternak kerbau.

Dan dari total limaratus ekor kerbau yang ada , kini dimiliki oleh sembilan puluh peternak, yang dipelihara bersama-sama di salah satu lokasi di tengah hutan milik perhutani. (GSINews-Ko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *