Merasa Dicekik PLN, Petani Wadul Dewan

oleh

MADIUN.GSINews.Net – Merasa dicekik Perusahaan Listrik Negara (PLN), petani Kabupaten Madiun wadul ke DPRD. Mereka menilai kebijakan PLN yang menghapus program token atau pra bayar untuk kebutuhan petani dinilai merugikan petani. belum lagi petani menjadi korban palak para rekanan PLN saat instalasi listrik. Seperti inilah suasana petani di Kabupaten Madiun saat wadul ke DPRD Kabupaten Madiun dihadapan Wakil Rakyat dari Komisi B dan perwakailan manajemen PLN. Perwakilan petani di Kabupaten Madiun, dengan lantang menyuarakan keluhan petani.

Diantaranya terkait kebijakan PLN yang memoratorium atau lebih tepatnya menghapus pemasangan listrik pra bayar, atau token untuk kilowat diatas 5 ribu, sebagai gantinya petani dipaksa untuk melakukan pemasangan listrik dengan sistem meteran atau paska bayar. Kebijakan sepihak ini tentu saja dinilai petani sebagai kado terburuk untuk petani di hari tani nasional tahun 2018 ini, pasalnya kebijkaan ini sama halnya dengan memaksa petani untuk membayar biaya bulanan atau abonemen dalam setahun, padahal penggunaan listrik untuk mesin pompa air petani hanya kisaran 5-6 bulan di musim kemarau dalam setahun.

Petani Berharap, Dewan memperjuangkan nasib petani yang kini dalam kondisi tidak menguntungkan tersebut, Dari hasil hearing tersebut. PLN mengakui memang khusus pemasangan diatas 5 ribu watt diwajibkan memakai meteran, hal ini merupakan kebijakan pusat dan di daerah tak bisa berbuat banyak. Sementara dari hasil hearing ini. DPRD meminta PLN untuk meninjau kembali kebijakan tersebut, untuk memberikan dispensasi kepada petani. DPRD Kabupaten Madiun bakal melayangkan surat ke PLN pusat terkait keluhan petani ini.

Indonesia dikenal sebagai negara agraris dengan mayoritas penduduknya sebagai petani, namun ironisnya, kebijakan pemerintah tidak pro terhadap petani. Diantaranya Kebijakan Impor Besar Besaran, dan Merugikan Petani bahkan dengan cara seperti ebijakan PLN ini. (GSINews-Noor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *