Reog Cilik Dan Wayang Kulit Ramaikan Acara Bersih Desa Terung.

oleh

MAGETAN .GSI News.Net – Warga Desa Terung dihibur dengan penampilan wayang semalam suntuk dengan cerita Werkudoro Maneges dengan  ki Dalang Alek dari Kota Ngawi. Pagelaran wayang kulit semalam suntuk dipagelarkan di lapangan Desa Terung yang disaksikan oleh ratusan masyarakat. Dalam penyerahan tokoh wayang werkudoro kepada ki Dalang, kepala Desa Terung Supomo berharap dengan pagelaran wayang kulit selain menguri uri kebudayaan asli juga berharap situasi desa Terung tetap gemah ripah loh jinawi. “Selain sebagai ajang untuk mnguri uri budaya jawa dengan pagelaran wayang kulit, tradisi bersih desa ini juga kami harapkan sebagai alat untuk lebih mempererat tali silaturohim antar warga dengan harapan tahun mendatang kondisi Desa terung lebih baik lagi dalam bidang ekonomi,” ujarnya.

Sebelumnya dalam rangkaian acara bersih desa, pemerintahan desa Terung juga menghadirkan kesenian reog yang diasuh oleh warga terung sendiri. Sebanyak 5 barongan ditampilkan untuk memeriahkan acara bersih desa. Sebelum dipagelarkan, reog dan seluruh rombongan menjalani prosesi upacara bersih desa dengan menggelar selamatan bersama di punden Terung. “Ini merupkan agenda tahunan krapyakan di setiap bulan Suro di Punden Sentono dengan harapan seluruh masyarakat Desa Terung dirahmati dengan kesejahteraan kesehatan, kemudahan mencari rejeki dan terung bisa menjadi desa yang diberkahi,” imbuhnya.

Selain menampilkan aksi seni reog dari pemain dewasa, 2 barongan yang ditampilkan di lapangan Desa terung merupakan reog yang dikhususkan bagi pemain anak anak. Dengan ukuran mini, reog tersebut tak ubahnya seperti reog pada umumnya. Pemainnya pun juga merupakan anaka anak usia sekolah dasar. Meski demikian penampilan mereka tak kalah menghibur dibandingkan dengan penampilan reog yang dimainkan orang dewasa. Melalaui penampilan reog cilik, Kepala Desa terung berharap adanya regenerasi sejak dini terhadap kesenian reog di desa Terung. “ Melihat potensi minat anak anak di desa Terung yang cukup tinggi makanya kita hadirkan reog mini ini. Harapan kami ini akan terus berkembang dengan dukungan dari semua pihak agar reog anak anak ini tetap bertahan dan berembang. Kalau bukan sekarang kapan lagi anak anak ini dikenalkan dengan budaya yang adiluhung tersbeut,” ucap Supomo ( GSINews-Soek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *