Bertandang Ke Kiringan, Ibas Ingatkan Warga Soal 4 Pilar Kebangsaan

oleh

Magetan. GSINews.Net – Bertandang ke desa Kiringan Kecamatan Takeran Kabupaten magetan, Edy Bhaskoro Yudhoyono mengingatkan kembali masyarakat yang menjadi konstituennya tersebut akan pentingnya 4 pilar kebangsaan. Dihadapan ratusan warga Desa Kiringan,  Anggota Komisi X DPRRI tersebut mengatakan, sudha merupakan tugasnya selaku anggota MPRRI dan DPRRI untuk terus mengingatkan masyarakat terkait 4 pilar kebangsaan yang menyokong keberhasilan Negara Indonesia selama ini. “Tugas kami selaku anggota MPRRI dan DPRRI   memastikan negara kita memiliki ideologi dan pilar kebangsaan yang harus kita jalankan dalan kehidupan sehari hari yang memiliki nilai sangat dalam, karena dalam pancasila memiliki kebhinakaan konteks dalam menjaga keutuhan NKRI,” ujarnya Jumat (27/10/2018).

Menurut politisi muda Partai Demokrat tersebut dibutuhkan kebersamaan serta konsistensi dan komiten dari seluruh elmen masyarakat  untuk menjaga tetap berjalannya 4 pilar kebangsaan dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya Pancasila bisa memiliki sebuah arti dalam kemajuan bangsa ini jika dihayati dalam kehidupan sehari hari. “ Masyarakat butuh diingatkan dengan adanya 4 pilar kebangsaan,  tapi juga perlu dijalankan, “ imbuhnya.

Anggota  parlemen 2 periode tersebut juga mengaku akan terus memotivasi masyarakat untuk terus mennjalankan 4 pilar kebangsaan. Karena 4 pilar kebangsaan bisa diaplikasikan dalam semua bidag pembangunan di Negara Republik Indonesia ini. “Kita tidak hanya kita siarkan, tapi kita benar benar jalankan  ekonomi yang berkaitan dengan kemasyarakat, yang berkeadilan, yang memperhatikan aspirasi masyarakat, ekonomi yang terus memastikan sendi sendi penghidupan baik dari dunia pendidikan , dunia kesehatan benar benar dirasakan masyarakat. Saya akan terus mendorong,” ucanya.

Warga Desa Kiringan menyambut antusias  kedatangan Putra Presiden ke VI Indonesia terssbut  dengan menggelar kesenian reog Ponorogo. Ibas bahkan sempat didapuk untuk naik ke atas barongan yang dimainkan oleh warga. Hal tersebut dimaksudkan sebagai pernghormatan kepada tamu yang mengunjungi mereka. ( GSINews-Adhim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *