Sempat Vakum 38 Tahun, Warga Banyudono Pagelarkan Seni Bantengan .

oleh

Magetan.GSINews.net – Menapak di tahun ke 5, Seni Bantengan di desa Banyudono kecamatan  gariboyo kabupaten Magetan menggelar pagelaran di lapangan desa. Selain sebagai rasa syukur karena menginjak tahun ke 5, seni Bantengan diharapkan akan tetap langgeng  kedepannya sebagai bagian dari kegiatan masyarakat.

Seni Bantengan sebelumnya sempat mati suri selama 38 tahun karena tidak adanya generasi penerus dari Desa banyudono. Seni Bantengan kembali dimunculkan oleh Kepada Desa Banyudono Fany Ari Fatkah Pangestu yang juga merupakan   Ketua Sanggar Handoko Wulung pada tahun 2013.

Untuk lebih menarik minat generasi muda menjaga kelestaraian Seni bantengan, sejumlah pemuda di rekrut untuk mengisi bagian bujang ganong. Selain menampilkan replikas sapi yang diamainkan oleh 2 orang dengan mengenakan kain hitam sebaai penutup tubuh, Seni Bantengan juga di meriahkan dengan atraksi ular.

Meski menampilkan atraksi yang cuup berbahaya seperti menjilat bara besi dan memakan ayam hidup, Ketua Sanggar  Handoko Wulung memastikan jika semua kegiatan seni Bantengan tidal ada unsur mistik maupun melibatkan makhluk halus. Semua atraksi yang dilakukan pemain menurut Fanny adalah sebagi bentuk entertain untuk menjaga eksistensi Kesenian Bantengan di desa Banyudono. ( GSINews-Adhim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *