Festival Balon Api 2019 Sedot Ribuan Pengunjung

oleh

PONOROGO.GSINews.Net – Festival balon api  dalam rangka memeriahakan tradisi lebaran  yang digelar di Lapangan Nongkodono Kecamatan Kauman  Kabupaten Ponorogo Jawa Timur berlangsung meriah, dan menyedot ribuan masyarakat baik dari dalam maupun  luar kota Ponorogo, dalam festival balon api yang ke 3 juga di hadiri oleh Danlanud Iswahyudi  Madiun Marsekal Pertama  TNI Widyargo Ikoputro.

Beginilah kemeriahan festival balon  api yang di selenggarakan di Lapangan Nongkodono  Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo Jawa Timur  12 juni 2019 pagi tadi, terlihat ribuan pengunjung baik tua muda dan anak anak memadati selurah area lapangan  yang ada di Desa Nongkodono Tersebut.

Terkait festifal balon ini. Danlanud Iswahyudi Madiun  Marsekal Pertema Widyargo Ikoputro menjelaskan  festival yang di selenggarakan oleh masyarakat Ponorogo  cukup menarik dan bisa menjadikan festival balon ini sebagai obyek wisata setiap tahunnya dan penerbangan balon ini, bagi masyarakat Ponorogo merupakan tradisi lebaran , namun demikian untuk menjaga keamanan dari tradisi penerbangan balon api  dalam aturan penerbaga balon api  ini harus sesuai ketentuan, sehingga tidak menganggun penerbangan dan juga tidak membahayakan masyarakat.

Sementara itu terkait dengan  penyelenggaraan festival balon api ini, Ketua Panita Festival Balon Api   Edy Setiono menejelasakan , festval balon  api yang ke 3 ini di ikuti oleh sekitar 50 peserta yang datang dari berbagai Kecamatan yang ada di Ponorogo, sementara  untuk katgori  lomba sendiri di bagi 5 katagori  yaitu   katagori terindah, terbaik, terunik, terkompak dan terlama terbangnya.

Edy juga berharap dengan adanya festival balon api ini, nantinya bisa mengantisipasi balon balon api  ilegal yang di terbangakan  masyarakat Ponorogo saat  menyambut lebaran menjadi berkurang, di samping itu festival balon ini nantinya bisa menjadikan  obyek wisata baru setiap tahunnya  bagi masyarakat Ponorogo dan sekitarnya, karena penerbangan balon api ini merupakan tradisi dan kearifan lokal  dari nenek moyang  yang perlu di lestarikan dan di uri uri  keberadaanya. GSINews-Fad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *