Sate Dan Lontong Terbesar Di Kampung Sate Sentono

oleh

PONOROGO GSINews.Net – Dalam rangka mendukung Program Pemerintah Kabupaten Ponorogo Jawa Timur, yaitu Tahun Kunjungan Wisata 2019 kembali Universitas Muhammadiyah Ponorogo bekerjasama dengan Paguyuban  Sate  Sentono menggelar  Event  Pembuatan Sate Dan Lontong Terbesar Di Dunia, di samping pembuatan sate dan lontong terbanyak  ini, juga di sajikan  makan gratis sate  bagi pengunjung kampung sate yang ada di Desa Sentono  Kecamatan Jenangan  Ponorogo Jawa Timur.

Dalam acara tersebut. Hadir Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni dan juga Rektor Universitas Muhammadiyah Ponorogo Doktor  Sulthon, terkait pelaksanaan  tersebut  Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni  memberikan acungan jempol kepada  Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan Paguyuban Sate  Sentono yang menyelenggarakan  kegiatan pembuatan sate terbesar  dan lontong  terbayak  ini,  yaitu  sate dengan ukuran  panjang 3 meter dan lebar 35 centimeter  dan  lontong terbanyak  sejumlah 2500 lontong, terkait dengan Kunjungan Wisata Tahun 2019  ini. Bupati  dan Pemerintah Kabupaten Ponorogo sangat mendukung munculnya Kampung Sate yang ada di Ponorogo.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni  menambahkan bahwa dalam rangka  tahun kunjungan wisata tahun 2019 ini. Pemerintah  Kabupaten  Ponorogo Menarjetkan 1 Juta Kunjungan, dan pada Bulan Juli  2019 ini sudah ada 400 ribu lebih kunjungan  ke Ponorogo yang berasal dari berbagai daerah  yang ada di Indonesia dan terkait Sate Ponorogo tersebut. Bupati mengaku bahwa Sate Ponorogo sangat berbeda dengn sate sate  lainnya yang ada di Nusantara, baik dari rasa/maupun bentuk satenya.

Dan Lontong Tersbesar ini. Kaprodi  Ilmu Komunikasi  Unmuh Ponorogo  Ayub Dwi Anggoro menjelaskan, bahwa kegiatan ini terwujud berawal  dari Project Praktikum Ilmu Komunikasi untuk melakukan branding potensi potensi yang ada di wilayah Ponorogo dan dari observasi tersebut  ditemukan potensi yang kuat  di Ponorogo, yaitu Sate Sentono, karena Sate Sentono tersebut sudah ada sejak tahun 1878 yang mempunyai rasa khas  yang beda dengan daerah lainnya. GSINews-Fad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *