Sidang Praperadilan Kapolres Madiun Kota Digelar Di PN Kabupaten Madiun

oleh

MADIUN.GSINews.Net – Kapolres Madiun Kota di Praperadilankan oleh Supangat, warga Desa Kleco Bendo Magetan melalui Kuasa Hukumnya Djoko Purnawan Dewantoro SH di Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun. Praperadilan tersebut yang didaftarkan oleh Djoko Purnawan Dewantoro SH di Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun pada Senin, 1 July 2019 kemarin.

Dalam berkas Praperadilan tersebut. Supangat sebagai  Pemohon melawan Kapolri Cq Kapolda Jawa Timur Cq Kepala Kepolisian Resor Kota Madiun sebagai Termohon, terkait Penetapan Supangat Tersangka oleh Termohon yang dianggap bahwa Termohon tidak cermat dalam menyimpulkan siapa yang bisa mejadi Tersangka dan dimana terjadinya tindak pidana.

Pertimbangan Termohon menetapkan Supangat  sebagai Tersangka dirasa kurang cermat sebagai Tersangka sejak 12 April 2019 dalam dugaan Tindak Pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310 ayat 3 UURI No 22 tahun2009, tentang LLAJ, oleh Kepolisian Resor Kota Madiun Tersangka ditahan luar, dan Tersangka dikenakan Wajib Lapor di Unit Laka Polres Madiun Kota,  yang akhirnya pada 25 Juni 2019 kemarin dilimpahkan Ke Kejaksaan Kabupaten Madiun dan langsung ditahan oleh Kejaksaan.

Menurut Pengacara DjokoDewantoro SH, Kliennya pada 31 Maret 2019 yang silam mengalami kecelakaan lalu lintas di Jl. Pinggir Kanal Desa Jiwan Kabupaten Madiun, antara sepeda motor melawan sepeda motor. Djoko Dewantoro mengatakan bahwa akibat kecelakaan tersebut, lawan tabrakan kliennya yang bernama Sarmini, mengalami patah tulang dan harus dioperasi dirumah sakit, namun sepulang dari rumah sakit, karena diduga jatuh dirumah, Sarmini meninggal dunia. Atas peristiwa tersebut, menurut Djoko Dewantoro kedua belah pihak telah menyatakan kesepakatan tidak menuntut secara Hukum, karena kliennya juga sudah bertanggung  jawab terkait bantuan santunan kepada keluarga yang meninggal.

Pengacara Djoko Purnawan Dewantoro SH saat mengatakan bahwa Praperadilan tersebut dilayangkan berkaitan dengan proses Kliennya sebagai Tersangka, oleh Termohon yang dianggap bahwa Termohon tidak cermat dalam menyimpulkan siapa yang bisa menjadi  Tersangka dan dimana terjadinya tindak pidana.

Pertimbangan Termohon menetapkan Supangat sebagai Tersangka dirasa kurang cermat dan kurang tepat. Dalam sidang praperadilan dengan termohon kapolres  Madiun Kota Yang digelar pada Senin pagi tanggal 15 Juli 2019. Dinyatakan gugur oleh majelis Hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun. Pasalnya dalam kasus yang disidangkan telah memasuki tahap dakwaan. Menyikapi hal tersebut Kuasa Hukum Supangat, Djoko Purnawan Dewantoro menyatakan merasa sangat dirugikan sebagai pemohon. GSINews-Noor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *