,

Dampak Kemarau, Kurang Pasokan Dari Petani Harga Sayur Di Pasar Tradisional Naik

oleh

Foto : Aktivitas perdagangan saat pagi di Pasar Beran Kota Ngawi (Ari/GSINews.Net).

NGAWI.GSINews.Net – Musim kemarau menyebabkan harga sayuran di pasar tradisonal Ngawi mengalami kenaikan, kurangnya pasokan dari petani membuat  harga sayuran jenis mentimun, pare, buncis dan kentang, mengalami kenaikan antara 1000 rupiah hingga 4000 rupiah.

Beginilah aktivitas perdagangan saat pagi di Pasar Beran Kota Ngawi, para pedagang menggelar aneka sayuran dan bumbu dapur serta sembako,  untuk menarik minat para pembeli terdampak musim kemarau, dari komoditas yang diperdagangkan, berbagai jenis sayuran harganya mengalami kenaikan, mulai dari 1000 rupiah hingga 4000 rupiah.

Kenaikan harga cukup signifikan terjadi pada komoditas mentimun, pare, buncis dan kentang. Harga mentimun setiap kilogramnya naik dari 6.000 rupiah menjadi 9.000 rupiah, harga pare juga naik dari 6000 rupiah menjadi 10.000 rupiah tiap kilogramnya, harga buncis setiap kilogramnya meningkat dari 8.000 rupiah menjadi 12.000 rupiah, sedangkan harga satu kilogram kentang, naik dari 10.000 rupiah menjadi 13.000 rupiah

Kenaikan harga tersebut membuat para pembeli beralih ke komoditas sayuran lain yang lebih terjangkau, sehingga membuat pedagang kesulitan menjualnya.

Dari informasi pedagang, kenaikan harga sayuran akibat berkurangnya pasokan dari petani,  banyak petani beralih dari membudidayakan tanaman hortikultur, menjadi tanaman palawija, akibat tidak adanya hujan, dan minimnya ketersediaan irigasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *