,

Petani Manfaatkan Lahan Waduk Yang Kering Untuk Bercocok Tanam

oleh

Foto : Kondisi Waduk Sangiran yang mulai mengalami penyusutan volume air akibat kekeringan (Ari/GSINews.Net).

NGAWI.GSINews.Net – Beginilah aktivitas warga di sejumlah Desa, di sekitar Waduk Sangiran di Desa Sumberbening. Kecamatan Bringin Ngawi, seperti yang dilakukan warga Desa Boan. Kecamatan Bringin Ngawi, mereka mulai beralih bercocok tanam di Waduk Sangiran yang airnya mulai menyusut.

Berbagai jenis tanaman seperti palawija jagung, hingga padi, ditanam oleh warga agar tidak gagal panen, mereka menggunakan mesin pompa air untuk menyedot air waduk, menurut warga setempat kemarau yang berlangsung sejak tiga bulan terakhir menyebabkan lahan mereka kering.

Tak hanya itu, air waduk pun menurun drastic penyusutan hingga mencapai 60 persen dari jumlah maksimal volume air waduk yang mencapai 1.956.710 meter kubik, akibatnya ribuan hektare lahan pertanian produktif di dua Kecamatan, yakni Kecamatan Bringin dan Karangjati terancam kekurangan air, begitu juga ketersediaan air baku bagi warga sekitar waduk, untuk menyambung hidup warga sekitar terpaksa memanfaatkan lahan waduk yang kering untuk bercocok tanam.

Menyusutnya air Waduk Sangiran juga dimanfaatkan oleh sebagian warga untuk mencari ikan, mereka memancing di waduk yang kering tersebut, diperkirakan sisa volume air dalam Waduk Sangiran hanya mampu untuk mengairi tanaman palawija saja, bagi sawah milik para petani yang berada di dua kecamatan dibawah waduk, terancam kekeringan karena tak mendapat jatah air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *