,

Hari Raya Idul Adha Tingkatkan Kepekaan Sosial Masyarakat Desa Coper

oleh

Foto : Suasana Idul Adha 1440 di Desa Coper Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo. Jawa Timur (Fad/GSINews.Net).

PONOROGO.GSINews.Net – Hari ini Minggu 11 Agustus 2019 seluruh umat muslim di dunia  merayakan Hari Raya Idul Adha Atau Idul Qurban, dimana Hari Raya Idul Qurban ini memiliki makna  yang penting  di kehidupan masyarakat karena dalam Hari Raya Idul Qurban ini terkandung pembelajaran sosial kemasyarakatan, melatih manusia untuk melakukan pengorbanan bagi masyarakat yang tidak mampu dalam lingkungannya.

Terkait dengan kegiatan Hari Raya Idul Qurban ini. Kepala Desa Coper Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo. Jawa Timur. Damanhuri  mengatakan, meski Hari Raya Qurban ini di laksanakan setiap tahun sekali, pihaknya selalu mengharapkan kepada warganya untuk senantiasa  memahami   apa  yang terkandung Dalam Hari Raya Qurban  itu sendiri, di mana masyarakat Desa Coper ini nantinya  semakin tumbuh jiwa sosialnya untuk saling membantu  masyarakat yang ada di sekitarnya yang membutuhkan, sehingga pengorbanan  untuk kebaikan itu tidak hanya di saat Hari Raya Qurban saja,  namun di hari lainnya  perbuatan  saleh dan kebaikan itu bisa di  lakukan oleh masyarakatnya.

Terkait dengan  Hari Raya Qurban ini. Kepala Desa Coper Damanhuri menjelaskan, bahwa di Desa Coper pada Hari Raya Qurban Tahun 2019 ini ada sekitar 55 hewan korban yaitu  47 ekor kambing  dan 7 ekor sapi, dan sistem penyembelihannya   di lakukan di 8 mushola dan 4 masjid yang ada di Desa Coper.

Sementara itu terkait pelaksanaan qurban yang ada di Desa Coper ini, ketua  panitia qurban  di salah satu masjid desa setempat,  yaitu Masjid KH. Moch  Ishaq menjelaskan,  penyembelihan hewan kurban di  Masjid KH. Moch Ishaq  yaitu  7 ekor kambing dan 1 ekor sapi, dan untuk pendistribusiannya nanti di lakukan oleh para takmir masjid langsung ke rumah rumah warga yang berhak menerimanya.

Kepala Desa Coper Damanhuri mengharapkan, dengan adanya pelaksanaan qurban ini, masyarakat  di Coper nantinya bisa saling berlomba lomba untuk berbuat kebaikan, sehingga masyarakat adem tentrem  sehingga kerukunan warga  semakin kuat dan terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *