,

Pelestarian Seni Budaya Wayang Kulit Desa Dimong Dalam Rangka Bersih Desa

oleh

Foto : Dalang  Ki Gondo Wardoyo dan Kepala Desa Dimong  Sujarwo dalam acara bersih Desa Dimong (Pras/GSINews.Net).

MADIUN.GSINews.Net – Kembali Pemerintah Desa Dimong Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun, menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk, dalam rangka memperingatai HUT RI ke 74 tahun dan bersih desa  yang ada di desanya, seperti di informasikan sebelumnya mpada  21 Agustus 2019 Pemerintah Desa  Dimong bersama Dukuh Dimong Dan Dukuh Kopen  telah  mengadakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Cahyo Kuntadi dalam lakon Bajaran Abiyoso, yang di laksanakan di Dukuh Kopen, dan malam kemarin  23 Agustus 2019 kembali menggelar  pagelaran  wayang kulit  di Dukuh Babadan  dengan dalang  Ki Gondo Wardoyo dari Boyolali Jawa Tengah dengan lakon Rabine Onto Seno.

Terkait kegiatan wayangan yang ada di  desanya ini. Kepala Desa Dimong  Sujarwo menjelaskan, bahwa kegiatan ini sebagai wujud syukur kepada Allah Swt  dimana desanya telah di berikan berkah  yang besar, sehingga masyarakatnya hidup rukun , adem dan tentrem, kegiatan tersebut juga  merupakan rangkaian peringatan  hari HUT RI 74 tahun dan bersih desa  yang ada di desanya.

Sujarwo  juga mengaku sangat bersyukur dan bangga kepada warnganya, karena kekompakkan dan kebersamaanya, sehingga terwujud kegiatan di desanyanya  ini semakin semarak, dan dalam mewujudkan kegiatanya  peringatan HUT RI ke 74 tahun,  dan  bersih desa  ini, masyarakat   dengan penuh kesadaran melakukan swadaya sendiri untuk mewujudkan acara wayangan tersebut.

Terkait kegiatan rutin bersih desa dan peringatan HUT RI ini. Kepala Desa Dimong  Sujarwo  berharap dengan semangat kemerdekaan ini, masyarakat desa semakin kuat dan tumbuh rasa patriotisme dan nasionalismenya, untuk bersama- sama membangun Desa Dimong yang lebih baik ke depan, dan berharap  dengan kebersamaan yang sudah terjalin saat ini, menjadikan motivasi tersendiri bagi warga desa, sehingga kegiatan kegiatan  tahun depan bisa lebih akbar lagi.

Dan yang terpenting dalam kegiatan semua ini, masyarakat Desa Dimong  selalu mengenang jasa Pahlawan Bangsa yang telah mengorbakan jiwa raga untuk  meraih kemerdekaan, seperti yang bisa di rasakan saat ini, dan yang terakhir dengan pementasan wayang kulit ini, sebagai bentuk pelestarian seni budaya jawa yang luhur, sehingga seni  budaya wayang kulit ini tetap lestari  sebagai  budaya  dan seni  milik Bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *