,

Pawai Seribu Obor Sambut 1 Muharram Desa Karangan

oleh

Foto : Penerangan seribu obor dalam menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram, yang berada di Desa Karangan (Tim Lip/GSINews.Net).

PONOROGO.GSINews.Net – Dalam rangka menyabut Tahun Baru Islam 1 Muharram dan sekaligus mengakhiri  rangkaian kegiatan Hut Kemerdekaan RI Ke 74 Tahun,  Pemerintah Desa Karangan Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo Jawa Timur, malam kemarin 31 Agustur 2019, menggelar pawai seribu obor dan itighosah bersama, makam leluhur yang  Babad Tanah Desa Karangan.

Beginilah suasana hening Pemerintahan Desa Karangan dalam menyambut Tahun Baru Islam malam kemarin, seluruh  penerangan  desa di matikan, hanya lampu obor yang menerangi  rumah rumah warga desa yang ada di Karangan tersebut.

Sekitar jam 22 wib Masyarakat Desa Karangan berkumpul  di balai desa setempat untuk melakukan pawai obor dan istighosah bersama. Yang di mulai dari jalan di depan bale desa setempat, menuju  makam leluhur yang babad Tanah Desa Karangan

Begilah penerangan seribu obor  dalam menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram, yang berada di Desa Karangan  Malam Kemarin, 31 Agustus 2019,  perjalanan yang menempuh jarak sekitar 2 km ini memberikan pemandangan tersendiri yang unik tapi  penuh ke khidmatan, karena dalam perjalanan tersebut  warga yang mengikuti pawai tersebut tidak di perkenankan bersuara,  dan melakukan dzikir dan sholawat dalam hati masing masing.

Sepanjang perjalanan menuju tanah leluhur ini , warga desa lainnya yang tidak bisa turut melakukan  pawai obor ini, menyambut penuh khidmad di depan rumahnya masing masing .

Terkait acara tersebut Kepala Desa Karangan Pujianto menjelaskan, bahwa kegiatan ini baru pertama kali di lakukan,  dan kegiatan ini di harapkan nanti bisa di lakukan kegiatan rutin untuk menyambut Tahun Muharam Atau Tahun Baru Islam, hal ini penting, karena Tahun Baru Islam merupakan tahun yang baik, sehingga untuk menyambut Tahun Baru Islam ini harus di lakukan dengan iringan doa dan istighozah, agar mengawali Tahun Baru Islam masyarakat desa senantiasa di berikan keberkahan dan ridho oleh Allah Swt, sehingga masyarakat desa  di jaga dari keburukan dan di  berikan  kebaikan dalam kehidupannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *