,

Polres Nganjuk, Ungkap 8 Tersangka Pengedar Sabu dan Pil Koplo

oleh

Foto : Para tersangka pengedar Sabu dan Pil Koplo yang berhasil di ungkap Satnarkoba Polres Nganjuk (Roy/GSINews.Net).

NGANJUK.GSINews.Net – Satnarkoba Polres Nganjuk berhasil mengungkap 7 kasus penyalagunaan narkoba, yakni 2 perkara narkotika dengan 3 tersangka dan 4 perkara okerbaya dengan 5 tersangka.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta, didampingi Kasubbag Humas AKP Moh. Sudarman SH dan Kasatresnarkoba Iptu Pujo Santoso dalam konferensi pers di halaman depan Mapolres Nganjuk Rabu  18  September 2019.

Beberapa barang bukti dari tersangka penyalahgunaan narkotika 1,59 gram sabu jumlah tiga tersangka  dan Okerbaya (Obat Keras Berbahaya) 26.841 butir Pil, 5 orang tersangka, serta barang bukti lainya seperti peralatan hisap sabu, uang tunai 75 rb dan 7 ponsel sebagai sarana transaksi.

Para tersangka pengedar Pil dobel L wilayah nganjuk dengan sasaran semua kalangan, kelima tersangka tersebut antar lain WK warga desa Sumberejo, Kec. Tanjunganom, YF warga dsn, jetis, warujayeng, DS warga dusun Jogomerto, Kec. Tanjunganom (pengedar), HS warga Bandarkedungmulyo, Kecamatan Perak, jombang dan HP warga Mekikis, Kecamatan Purwoasri.

Sedangkan Kasus sabu dengan tiga tersangka lainnya antara lain, Larasati, (P) warga Sukomoro, EK warga desa betet, Kecamatan, Ngronggot dan WW warga desa gondanglegi, Prambon

Ketiga tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) jo pasal 127 ayat (1) huruf (a) UURI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman minimal 7 tahun sampai 20 tahun penjara, maksimal hukuman mati,” tegas Kapolres.

Dijelaskan Dewa Nyoman, untuk barang bukti narkoba yang diamankan dari para tersangka yakni 3,55 gram sabu-sabu, sejumlah barang peralatan konsumsi sabu, alat komunikasi sarana transaksi dan lainya.

Sedangkan untuk barang bukti pil koplo 1.179 butir pil dobel L, satu unit sepeda motor, 6 buah ponsel dan uang tunai Rp 1.540.000 diduga hasil penjualan pil koplo. Dewa Nyoman  juga megungkapkan bahwa, semua barang bukti telah diamankan untuk proses hukum selanjutnya.

Untuk para tersangka narkotika jenis sabu, menurut Dewa Nyoman, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) jo pasal 127 ayat (1) huruf (a) UURI Nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika. Ancaman hukuman minimal 7 tahun sampai 20 tahun penjara, dan maksimal hukuman mati.Sedangkan untuk lima tersangka pengedar pil koplo, ungkap Dewa Nyoman, dijerat pasal 196 jo pasal 98 ayat (2),(3) UURI No. 36 tahun 2009 tentang  kesehatan, dengan ancaman hukuman 5 tahun sampai 15 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *