,

Satreskoba Polres Kediri, Ungkap Home Industri Narkoba Jenis Pil Double L

oleh

Foto : Satreskoba Polres Kediri, membongkar pabrik pembuatan narkoba jenis pil double L, yang berada di Desa Paron RT. 10 RW. 04 Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri  Jawa Timur (Roy/GSINews.Net).

KEDIRI.GSINews.Net – Satuan Reskoba Polres Kediri berhasil membongkar pabrik home industri pembuatan narkoba jenis pil double L. Sutiono alias Negro (33)warga Dusun Joho RT. 04 RW. 01 Desa Sumberejo Kecamatan Ngasem selaku peracik dan Sugeng Pramono alias Jae (27) yang merupakan pemilik rumah, diamankan petugas bersama barang bukti antara lain, bahan baku tepu tapioka, bahan obat-obatan kimia, serta peralatan produksi dan puluhan ribu pil ‘koplo’.

Keduanya terbukti memproduksi pil double L tanpa keahlian khusus di bidang farmasi dan takaran coba coba. Mereka memproduksi barang haram tersebut secara otodidak selama hampir satu bulan terakhir.

Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Syaiful Faton menjelaskan, bahwa pelaku dibantu pemilik rumah ini, tanpa memiliki keahli dan  tidak mengantongi ijin produksi, telah membuat pil jenis Doublel L. sementara dihadapan petugas pelaku mengaku masih dalam tahap eksperimen, dan belum menemukan takaran yang pasti.

Selain menyita bahan-bahan seperti ketela, tepung tapioka, satu kardus obat sidiadryl dan scopamin, serta peralatan produksi. Polisi juga menyita 67 ribu butir pil double buatan pabrik dalam bunker bawah tanah yang disiapkan pelaku.

Adapun barang bukti yang diamankan, satu kardus obat Sidiadryl, satu kardus obat Scopamin, satu plastik perekat tablet PVP K30, dua buah botol kaca, dua ember besar warna merah berisikan tepung tapioka, satu ember plastik tepung yang sudah tercampur obat Sidiadryl dan Scopamin, satu plastik pelicin, satu buah mesin oven, satu buah alat pencetak pil, satu buah alat pres plastik.

Kemudian delapan bendel plastik kosong, dua bendel label bertuliskan B1, 67 ribu butir pil jenis LL dalam 67 plastik bening, satu mangkuk kaca berisikan pil jenis LL, 80 butir pil jenis LL baru selesai diproduksi.

AKBP Roni Faisal juga menjelaskan, bahwa pihaknya masih mengembangkan kasus ini guna mengungkap jaringan besar di belakang pelaku yang diduga di kendalikan dari dalam Lapas. Tersangka juga terancam pasal 197 KUHP subsider 196 Undang undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1,5 milyar. 

KEDIRI.GSINews.Net – Satuan Reskoba Polres Kediri berhasil membongkar pabrik pembuatan narkoba jenis pil doble L, yang berada di Desa Paron RT. 10 RW. 04 Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri  Jawa Timur. Sutiono alias Negro (33)warga Dusun Joho RT. 04 RW. 01 Desa Sumberejo Kecamatan Ngasem selaku peracik dan Sugeng Pramono alias Jae (27) merupakan pemilik rumah, diamankan petugas bersama barang bukti antara lain, bahan baku tepu tapioka, bahan obat-obatan kimia, serta peralatan produksi dan puluhan ribu pil ‘koplo’.

Keduanya terbukti memproduksi pil doble L tanpa keahlian khusus di bidang farmasi dan takaran coba coba. Mereka memproduksi barang haram tersebut secara otodidak selama hampir satu bulan terakhir.

Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Syaiful Faton menjelaskan, bahwa pelaku dibantu pemilik rumah ini, tanpa memiliki keahli dan  tidak mengantongi ijin produksi, telah membuat pil jenis Dobel L. sementara dihadapan petugas pelaku mengaku masih dalam tahap eksperimen, dan belum menemukan takaran yang pasti.

Selain menyita bahan-bahan seperti ketela, tepung tapioka, satu kardus obat sidiadryl dan scopamin, serta peralatan produksi. Polisi juga menyita 67 ribu butir pil doble buatan pabrik dalam bunker bawah tanah yang disiapkan pelaku.

Adapun barang bukti yang diamankan, satu kardus obat Sidiadryl, satu kardus obat Scopamin, satu plastik perekat tablet PVP K30, dua buah botol kaca, dua ember besar warna merah berisikan tepung tapioka, satu ember plastik tepung yang sudah tercampur obat Sidiadryl dan Scopamin, satu plastik pelicin, satu buah mesin oven, satu buah alat pencetak pil, satu buah alat pres plastik.

Kemudian delapan bendel plastik kosong, dua bendel label bertuliskan B1, 67 ribu butir pil jenis LL dalam 67 plastik bening, satu mangkuk kaca berisikan pil jenis LL, 80 butir pil jenis LL baru selesai diproduksi.

AKBP Roni Faisal juga menjelaskan, bahwa pihaknya masih mengembangkan kasus ini guna mengungkap jaringan besar di belakang pelaku yang diduga di kendalikan dari dalam Lapas. Tersangka juga terancam pasal 197 KUHP subsider 196 Undang undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1,5 milyar. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *