,

Kepala Desa Paron Ikut Daftar Bakal Cabup Ke Partai Nasdem

oleh

Foto : Dian Andi Surya Putra, mengembalikan berkas formulir pendaftaran dalam proses penjaringan bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Ngawi, di kantor DPD partai Nasional Demokrat Kabupaten Ngawi (Ari/GSINews.Net).

NGAWI.GSINews.Net – Kepala Desa Paron Dian Andi Surya Putra, mengikuti penjaringan bakal Calon Bupati Dan Wakil Bupati Ngawi yang dibuka oleh Partai Nasional Demokrat, meskipun baru  menjabat sebagai Kepala Desa kedua kalinya, tokoh nyentrik ini tak ragu bersaing dengan kandidat lainnya untuk mewarnai Dinamika Pilkada 2020.

Dian Andi Surya Putra, mengembalikan berkas formulir pendaftaran dalam proses penjaringan bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Ngawi, di kantor DPD partai Nasional Demokrat Kabupaten Ngawi, tak mau tanggung. Kepala Desa Paron yang akrab dipanggil Mbah Jenggo tersebut memilih Sebagai Bakal Calon Bupati Ngawi.

Dian Andi Surya Putra baru saja dilantik sebagai Kepala Desa Paron untuk perode kedua, setelah terpilih kembali dalam pilkades serentak pada 29 Juni lalu. Kepala Desa Paron ini cukup aktif dalam berbagai gerakan Kepala Desa saat era reformasi, semangat berorganisasi dan mengabdi masyarakat menjadi motivasi tersendiri untuk memasuki  politik praktis untuk maju dalam Pilkada Ngawi. Kepala Desa Nyentrik tersebut tak hanya terpaku melalaui  jalur partai partai politik, tetapi tak mengesampingkan lewat jalur independen.

Selama satu bulan membuka penjaringan bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Ngawi untuk Pilkada 2020, terdapat lima orang pendaftar tiga orang memilih sebagai bakal Calon Bupati dan dua orang memilih sebagai bakal Calon Wakil Bupati.

Kelima orang yang mendaftar sebagai bakal Calon Bupati dan wakil Bupati tersebut untuk selanjutnya akan menjalani proses verifikasi dan seleksi untuk mendapatkan surat rekomendasi dari Dpp Partai Nasdem, untuk mendorong terciptanya dinamika politik yang demokratis diharapkan partai politik lain yang memiliki kursi di Dprd Ngawi, juga membuka penjaringan bakal calon kepala daerah, selain memberikan kesempatan munculnya calon pemimpin dari warga umum juga untuk menghindari politik dagang sapi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *