,

Kades Ngepung Kec.Patianrowo, Hendra Arogan, Dialog Dengan Warga Ngepung Ricuh

oleh

Foto : Kades Ngepung Hendra Wahyu tidak menunjukan etika baik saat dialog di pendopo terkait kasus pemalsuan tanda tangan (Roy/GSINews.Net).

NGANJUK.GSINews.Net – Sejumlah perwakilan Warga Desa Ngepung Kecamatan Patiantowo Kabupaten Nganjuk, mendatangi Kantor Kecamatan Patianrowo Selasa 5 November 2019, untuk mengetahui perkembangan tindak lanjut Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Anggota Badan Perwakilan Desa (Bpd) Dalam Pengesahan APBDes Tahun 2015 Dan Tahun 2017.

Kasus Anggaran Dana Desa (DD) yang diperuntukan Bum-Des (Badan Usaha Milik Desa) di Desa Ngepung Kecamatan Patianrowo Nganjuk, Jawa Timur ini, mulai dipertanyakan warga yang Menamakan Forum Peduli Masyarakat Ngepung (Fpmn).

Dalam dialog lanjutan tesebut dihadiri pihak Muspika Kecamatan Patianrowo dan Perwakilan Pmd dan juga Pemdes, sedangkan dari Warga Desa Ngepung yang di koordinasi Suyadi Cs lebih menekankan keterbukaan sistem penganggaran yang ada, pada pengelolahan keuangan Desa Ngepung. Pada saat Suyadi saat menyampaikan pendapatnya, dipotong oleh Kades Ngepung Hendra Wahyu yang mengakibatkan ricuh dan menyulut kemarahan warga pada kadesnya.

Suyadi mempertanyakan anggaran untuk pembangunan di Gang Mayang dan Gang Petra beserta RAB nya. Terkait adanya kericuhan, Suyadi mengatakan sebenarnya itu hanya kesalah pahaman antara aturan dan teknis

Sementara Wabub Nganjuk Marhaen Djumadi yang tiba-tiba menghadiri acara dialog Masyarakat Desa Ngepung menyampaikan, bahwa kedatanganya hanya memantau terkait polemik yang ada di desa ngepung. Ia berharap masalah ini segera menemukan penyelesaian. Sementara dalam pengamatan media, Kades Ngepung Hendra Wahyu tidak menunjukan etika baik saat dialog di pendopo. Ia terlihat merokok dan sikapnya menantang dalam setiap pembicaraan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *