,

Tindak Pidana Dibidang Perpajakan, Satu Keluarga Terbitkan Faktur Bodong.

oleh

Foto : Ditreskrimsus Polda Jabar bersama Penyidik Kanwil Dpj Jawa Barat Satu, melaksanakan penyerahan tahap dua terkait proses penyidikan tindak pidana dibidang perpajakan (Asep T/GSINews.Net).

BANDUNG.GSINews.Net – Penyidik Korwas Ppns Ditreskrimsus Polda Jabar bersama Penyidik Kanwil Dpj Jawa Barat Satu, melaksanakan penyerahan tahap dua terkait proses penyidikan tindak pidana dibidang perpajakan terhadap satu keluarga, gara-gara menerbitkan faktur pajak bodong, para tersangka meraup uang negara hingga sembilan puluh delapan milyar lebih dari hasil penerbitan faktur pajak bodong.

Perbuatan itu dilakukan oleh Aap, As, Ap dan R ini, dengan menerbitkan faktur pajak fiktif untuk tiga perusahaan yaitu Pt Lse, Pt Spj dan Pt Pik, perusahaan itu bergerak di bidang niaga penjualan bahan bakar minyak.

Menurut Wadir Reskrimsus Polda Jabar Akbp Hari Brata, para tersangka ini modus nya seolah-olah melakukan kegiatan pajak tapi menggunakan perusahaan yang justru fiktif.

Perbuatan itu dilakukan oleh As dan Aap dibantu dengan tersangka lain yaitu R dan Ap, mereka melakukan aktivitas penerbitan pajak bodong selama September 2018 sampai Juli 2019 yang mengakibatkan kerugian negara sekitar 98 milyar.

Sementara Kabid Pemeriksaan Penagihan Intelejen Dan Penyidikan Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jawa Bara, Rustana Muhamad Mulud Asroem mengatakan, Aap dan As ini menerbitkan faktur pajak terhadap tiga perusahaan, ketiganya seolah-olah membeli bbm untuk mendapatkan fee pajak dari negara.

Akibat perbuatannya keempat pelaku dijerat undang-undang nomor 16 tahun 2009 jo 64 kuhp untuk pajak 2018 sampai tahun 2019 dengan ancaman pidana penjara paling singkat dua tahun dan paling lama enam tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *