,

Satreskrim Polres Nganjuk Jawa Timur Ungkap Kasus Penipuan Bawang Merah

oleh

Foto : Pengungkapan kasus tindak pidana penipuan jual beli bawang merah Rp 2,5 Milyar di Mapolres Nganjuk (Roy/GSINewsx.Net).

NGANJUK.GSINews.Net – Satreskrim Polres Nganjuk Jawa Timur kembali menggelar konferensi pers Pengungkapan kasus tindak pidana penipuan jual beli bawang merah Rp 2,5 Milyar di Mapolres Nganjuk, Selasa 19 November 2019.

Berniat menipu dengan modus pembelian bawang merah senilai Rp 2,5 miliar namun tak dibayar, Lasmidi (33) warga RT 03/RW 02 Desa Pojok Kecamatan Kwadungan Kabupaten Ngawi digerebek Unit Resmob Satreskrim Polres Nganjuk di rumah kos.

Terkait Kasus Penipuan ini. Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto Menjelaska, Penggerebekan ini merupakan tindak lanjut laporan Moh. Slamet (43) warga RT 03/RW 01 Desa Bagor Wetan Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk ke Polsek Sukomoro pada 26 Oktober 2019, yang telah ditipu oleh tersangka. Bahwa tersangka membeli bawang merah milik korban senilai Rp 3 miliar. Namun setelah dikirim, tersangka berniat menipu dengan tidak membayar.

Selain Moh. Slamet, ada sekitar 35 pedagang bawang merah yang diduga dirugikan oleh tersangka sejak 2008.

Sementara itu di hadapan penyidik, tersangka berdalih tidak dibayarkannya uang pembelian bawang merah tersebut lantaran dirinya merugi, namun setelah diselidiki, uang tersebut diduga dibelikan rumah, mobil, sepeda motor, dan perabotan lainnya. Sebagai barang bukti petugas berhasil mengamankan dari tangan tersangka saat digerebek di kost kamar C5 Desa Bantengan Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun, anatar lain sebuah mesin cuci, 3 set sound sistem, uang Rp 88.447.500 juta, 1 unit sepeda motor scoopy, 2 unit mobil dan kwitansi perhiasan.

Kapolres  menyampaikan, untuk langkah selanjutnya pihaknya akan melakukan tracing aset dengan menyita semua barang milik tersangka yang diduga adalah hasil dari kejatahan tersebut, selain itu juga akan melakukan pemeriksaan terhadap 36 orang saksi, dan juga akan melakukan laporan pemberkasan dan kordinasi kepada JPU, tersangka akan dijerat dengan pasal 379 a KUHP dengan ancaman hukuman selama-lamanya empat tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *