,

Warga Pace Wetan Gelar Aksi Demo, Sengketa Pilkades Terus Berlanjut

oleh

Foto : Warga menggelar aksi demo, agar jagoannya Imam Mughni disahkan sebagai calon kades, bersama 3 calon lainnya untuk ikut dalam Kontestasi Pilkades Serentak (Roy/GSINews.Net).

NGANJUK GSI News.Net  Tidak puas dengan sikap Panitia Pemilihan Kades Pacewetan, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, ratusan warga menggelar aksi demo.

Mereka menuntut agar jagoannya Imam Mughni disahkan sebagai calon kades, bersama 3 calon lainnya untuk ikut dalam Kontestasi Pilkades Serentak yang akan digelas 26 Nopember 2019. Sejak pagi, di beberapa titik kumpul massa sudah mempersiapkan diri untuk ikut meramaikan demo. Mereka sibuk menyiapkan tulisan di kertas sederhana dan para korlap menyusun draf tuntutan yang akan diserahkan pihak-pihak yang menjadi sasaran demo.

Darmaji selaku Ketua Panitia Pilkades Desa Pace wetan, Kecamatan Pace, menginginkan para calon kades dan pihak terkait bersikap fair dan menghargai hukum yang berlaku.

Pihak kepolisian dan TNI diperkirakan berkekuatan 150 personil juga sudah siap mengamankan jalannya demo. Yang menyebar di titik-titik konsentrasi massa dari mulai lokasi persiapan, rute yang akan dilalui maupun lokasi yang dituju untuk menyampaikan tuntutannya.

Munculnya aksi demo dipicu adanya putusan panitia pemilihan kades Pacewetan yang telah mendiskualifikasi salah satu bakal calon kuat yakni IM. Sehingga tidak bisa maju dalam Pilkades. Hal trsebut karena adanya surat keterangan dari PN Nganjuk. IM pernah menjadi terpidana kasus pelanggaran pasal 266 ayat (2) KUHP yang ancaman hukumannya lebih dari 5 tahun. Namun surat dari PN Nganjuk tersebut 4 hari kemudian dicabut oleh ketua PN Nganjuk, tetapi panpel tetap bersikukuh tidak mau merubah keputusannya. Panpel (Panitia Pelaksana) beralasan karena tahapan Pilkades sudah berjalan sehingga IM dinilai terlambat.

Akibatnya para pendukung dan simpatisan IM berang. Mereka kecewa dengan sikap panpel yang dinilai telah merampas hak politik jagoannya. Aksi demo digelar di sekretariat panpel di balai Desa Pacewetan, Kantor Kecamatan, dan Pemkab. Massa yang manamakan diri Solidaritas Warga Peduli Demokrasi ini menuntut penundaan pelaksanaan Pilkades sekaligus mengembalikan hak IM sebagai cakades.

IM (Imam Mughni) juga mengungkapkan,sebagai warga Pace sangat kecewa dengan Bupati Nganjuk, Novi, selama ini warga Pace Wetan tidak pernah mengecewakan, dan suara Novi ketika masih Cabup di Pace wetan banyak yang mendukung, namun saat berdemo, dan berharap bertemu Bupati Novi, tetapi tidak bisa ditemui.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *