,

Situs Pra-Majapahit di Ngronggot, Diperkirakan Istana Raja atau Peribadatan

oleh

Foto : situs berupa struktur bata kuno yang berdiri memanjang diperkirakan merupakan peninggalan sebelum era Majapahit (Roy/GSINews.Net).

NGANJUK.GSINews.Net Proses eskavasi atau penggalian situs purbakala di Dusun Sumbergayu, Desa Klurahan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim. Tim ahli Badan Peninggalan Cagar Budaya (BPCB) Trowulan akan menyusun laporan sebelum melakukan langkah lanjutan.

Diprediksi, situs berupa struktur bata kuno yang berdiri memanjang tersebut, merupakan peninggalan sebelum era Majapahit.

Ketua Tim Eskavasi Penyelamatan Situs BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, tumpukan bata kuno mirip tembok penahan tanah atau talud itu kali pertama ditemukan oleh Rudianto (50), pemilik lahan saat sedang menggali tanah guna menguruk pondasi rumah barunya. Cangkul yang digunakannya untuk menggali membentur bata berukuran cukup besar.

Cakupan area eskavasi pun telah meluas. Dari titik awal yang hanya seluas sekitar 8 meter persegi melebar hingga 375 meter persegi dan paling akhir hingga 625 meter persegi.

Cakupan luasan area eskavasi mengikut arah temuan situs batu bata yang makin luas. Hingga hari terakhir, temuan lebih luas dengan 25×25 meter persegi dengan potensi situs melebar ke barat daya. Di hari terakhir dengan menggunakan eskavator agar lebih memudahkan,” kata Ketua Tim Ahli BPCB Trowulan, Wicaksono Dwi Nugroho.

Tim telah bekerja mengekskavasi 10 hari. Kini situs era pra-Majapahit itu sudah dipasang garis pembatas untuk menghindari kerusakan. Sebab, setiap hari masyarakat selalu datang ke sana. Tim BPCB Trowulan sedang menyusun hasil kajian cagar budaya sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Sebenarnya hasil temuan ini cukup detail, bukan rumah rakyat biasa; seperti keraton atau situs suci. Hasil konservasi iniakan disusun dan dilaporkan sebelum melakukan kegiatan lanjutan di situs ini ungkap Wicaksono.

Struktur bangunan berbahan batu bata itu diduga bangunan suci peribadatan masa sebelum Kerajaan Majapahit. Bisa juga istana raja atau rumah pejabat kerajaan. Fungsi bangunan diperkirakan selain bangunan suci peribadatan, juga diduga sebagai bangunan puri, istana, atau kedaton kerajaan besar atau kerajaan kecil.

Wicaksono menambahkan, Kalau untuk bentuknya apakah dinding atau talud, belum bisa memastikan. Tapi menariknya, dimensi bata yang ditemukan di Ngronggot memiliki panjang 42 cm, lebar 24 cm, dan tebal mencapai 10-12 cm. Dimensi ini berbeda dengan situs-situs era Majapahit yang ditemukan di Trowulan, Mojokerto dengan panjang 33 cm, lebar 22 cm, dan ketebalan 5-6 cm.

Diperkirakan, tumpukan bata itu dibangun sebelum era Majapahit, berkisar pada abad 10 atau 11 masehi. Ukuran bata kuno yang cukup besar itu, mirip dengan temuan situs di Segaran, Singosari, Kabupaten Malang serta di situs Made yang berada di Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. Bata kuno di lokasi itu, memiliki ukuran panjang 40cm, lebar 22cm, tebal 8-10 cm.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *