,

Polisi Terkesan Lamban Tangani Kasus Proyek Watu Dakon Resort

oleh

Foto : Kasus penanganan proyek kolam renang fiktif Watu Dakon Resort yang menyebabkan kerusakan lingkungan, terkesan jalan ditempat (Noor/GSINews.Net).

MADIUN.GSINews.Net – Kasus penanganan proyek kolam renang fiktif Watu Dakon Resort yang menyebabkan kerusakan lingkungan, terkesan jalan ditempat, bahkan pihak kepolisian hingga kini belum melimpahkan berkas tersangka Agus Suyanto Sang Pemilik Proyek ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun.

Tim Penyidik Satreskrim Polres Madiun sampai saat ini belum  melimpahkan kasus pertambangan illegal dan perusakan lingkungan di Desa Banjarsari Wetan Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun Jawa Timur, ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun, meski saat ini polisi sudah menetapkan 1 tersangka bernama Agus Suyanto yang tak lain adalah  pemilik lahan.

Penanganan kasus proyek galian tanah ilegal berkedok kolam renang ini terkesan lamban, padahal kasus tersebut sudah masuk tahap penyidikan sejak pertengahan tahun 2019 lalu. Kasat Reskrim Polres Madiun Akp Logos Bintoro menyatakan, lambannya penanganan kasus Watu Dakon, disebabkan lantaran kasus perusakan lingkungan itu masuk dalam undang undang khusus.

Dimana dalam pasal yang disangkakan polisi menggunakan dua undang-undang, yakni uu tentang lingkungan dan uu tentang mineral dan batubara, sehingga dalam tahapan penetapan tersangka hingga penyidikan tahap selanjutnya membutuhkan keterangan saksi ahli.

Polisi menambahkan/bahwa pihaknya akan segera menyerahkan berkas tersangka ke kejaksaan secepat mungkin. Seperti diketahui, lahan yang berada di Desa Banjarsari Wetan tersebut, sebenarnya akan digunakan untuk Kolam Renang Watu Dakon Resort (Wdr), akan tetapi oleh pemiliknya justru ditambang dan hasil tambangnya dijual, hingga akibat dari aktifitas pertambangan tersebut menggangu keseimbangan lingkungan masyarakat sekitar, termasuk dampak dari galian itu mengakibatkan kerusakan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *