,

Peragakan 13 Adegan Rekonstruksi Saat Tersangka Aniaya Anak Balitanya Hingga Tewas

oleh

Foto : Rekonstruksi kasus pembunuhan bayi yang dilakukan tersangka di tempat kejadian perkara (tkp) memperagakan 13 adegan dengan tenang (Eko B/GSINews.Net).

NGAWI.GSINews.Net – Detik-detik bayi perempuan berusia 5 bulan di Kabupaten Ngawi Jawa Timur, tewas dianiaya ayah kandungnya. Polisi menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan bayi yang dilakukan tersangka di tempat kejadian perkara (tkp), dalam rekonstruksi tersebut tersangka memperagakan 13 adegan dengan tenang.

Satuan Reserse Kriminal Polsek Ngawi Kota, menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan bayi yang dilakukan oleh ayah kandungnya. Muhamad Juniarto 31 Tahun, Warga Desa Tawun Kecamatan Kasreman Ngawi. Tersangka Muhamad Juniarto tega menganiaya Andini Ayuningtyas  anak kandungnya yang baru berusia 5 bulan, karena kesal sang bayi yang terus rewel,  bayi perempuan itu dipukul pada bagian kepalanya sebanyak 8 kali. Pemukulan dilakukan saat berada di jalan dan di rumah orang tua tersangka di Desa Ngawi Purba Kecamatan Kota Ngawi, bayi naas itu akhirnya tewas sesaat setelah mendapat pertolongan medis di puskesmas.

Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka memperagakan 13 adegan dengan tenang, terlihat sejumlah aparat kepolisian mengawal ketat jalannya rekonstruksi, reka ulang kasus tersebut menyita perhatian sejumlah warga sekitar yang datang ke lokasi, aksi pertama yang dilakukan tersangka adalah mendatangi rumah istrinya Dwi Rahayu 27 Tahun di Desa Tawun dan terlibat pertengkaran, sang istri yang marah dan  menyerahkan bayinya kepada tersangka, tersangka pun langsung meminta bantuan rekannya, untuk membawa pulang bayinya itu ke rumah orang tuannya di Desa Ngawi Purba.

Saat di jalan bayi itu dipukul pada bagian kepala oleh tersangka sebanyak dua kali karena rewel, perbuatan tersangka kembali diulang di rumah orang tuanya, bayinya dipukul bagian kepalanya sebanyak enam kali  hingga pelipis matanya terluka, oleh orang tua tersangka korban langsung dibawa ke puskesmas hingga akhirnya meninggal dunia.

Rekonstruksi atau reka ulang ini dilakukan untuk memperjelas kasus tersebut,  juga peran tersangka,  atas perbuatanya tersangka dijerat pasal 75 undang-undang perlindungan anak yang ancaman hukumannya hingga 20 tahun penjara, sebelumnya warga Desa Ngawi Purba, Kecamatan Kota Ngawi dihebohkan tewasnya bayi perempuan berusia 5 bulan dengan sejumlah luka, pada Minggu 03 November 2019, diduga bayi itu tewas akibat dianiaya. Polisi yang melakukan penyelidikan akhirnya menangkap pelaku yang tak lain bapak kandungnya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *