,

Derita Sugeng, Hidup Sebatangkara Dengan Kondisi Lumpuh

oleh

Foto : Sugeng Sutopo 52 Tahun, hanya bisa tergolek di sebuah tempat tidur kayu yang sudah rapuh (Noor/GSINews.Net).

MADIUN.GSINews.Net – Sugeng Sutopo 52 Tahun, hanya bisa tergolek di sebuah tempat tidur kayu yang sudah rapuh, pria paruh baya ini menderita kelumpuhan sudah sekitar satu tahun lebih, sejak orang tuanya meninggal dan bercerai dengan istrinya, dirinya hidup sebatang kara di sebuah rumah nonpermanen tanpa penerangan listrik berukuran 4×3 meter yang terbuat dari papan kayu dan anyaman bambu yang sudah mulai lapuk. Rumah Sugeng sendiri berdiri di atas tanah daerah aliran sungai milik bbws yang beberapa bulan lalu telah dilakukan penggusuran, dan direlokasi disebuah rusun oleh Pemerintah setempat.

Sugeng yang merupakan Warga Jalan Mayjend Soengkono Gang Kelompok Rt. 66 Rt. 15 Kota Madiun Jawa Timur ini, menceritakan awal mulai dirinya mengalami kelumpuhan, adalah akibat terjatuh saat didepan rumahnya setahun silam, sejak itulah tubuh dan kakinya tidak bisa digerakan.

Untuk kebutuhan makan, minum sehari-hari Sugeng hanya menggantungkan kepada warga sekitar dan saudaranya yang terkadang menjenguknya.

Ketua Rw setempat mengungkapkan, bahwa kondisi warganya tersebut sudah sekitar 1 tahun lebih, beberapa perkumpulan dari gereja juga sering terlihat datang untuk memberikan bantuan.

Ketua Rw dan beberapa warga disekitar berharap, agar Pemerintah Kota Madiun melalui dinas terkait lebih peduli dan segera turun tangan untuk membantu pengobatan warganya, mengingat kondisinya yang semakin hari semakin parah dan hidup sebatangkara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *