,

Wabah Virus Corona Tak Pengaruhi Aktivitas Pencari “Codot”

oleh

Foto : Aktivitas Sudarno 58 Tahun dan Darmawan 35 Tahun Warga Kelurahan Ketanggi Kecamatan Kabupaten Ngawi, saat malam hari kedua warga tersebut berburu hewan malam yakni Kelelawar “Codot” (Eko B/GSINews.Net).

NGAWI.Gsinews.Net – Maraknya Wabah virus corona yang diduga muncul dari Kelelawar di China tak menurunkan minat sejumlah warga di Kabupaten Ngawi untuk berburu Kelelawar “Codot” atau biasa disebut Kekes, bahkan warga menyebut daging kelelawar jenis ini dapat menyembuhkan penyakit asma.

Seperti inilah aktivitas Sudarno 58 Tahun dan Darmawan 35 Tahun Warga Kelurahan Ketanggi Kecamatan Kabupaten Ngawi, saat malam hari kedua warga tersebut berburu hewan malam yakni Kelelawar “Codot”.

Sudarno mengaku sudah 10 tahun mencari “Codot” untuk dikonsumsi dan dijual, bahkan tak jarang juga mendapat pesanan dari warga lain baik di wilayah Ngawi maupun Kabupaten sekitar seperti Magetan dan Blora, karena diyakini daging “Codot” ini dapat menjadi obat alternatif bagi penyakit asma, Ia sendiri tidak mematok harga untuk pembelian setiap ekor “Codot” yang akan digunakan sebagai obat tersebut.

Saat Berburu “Codot” hanya  menggunakan 2 buah galah bambu yang di beri jarring dan di pegangi  dengan kedua tanggannya, lalu digalangkan  disekitar pohon yang mana ada hewan “Codot” kekes, dalam semalam  Sudarno mengaku bisa mendapatkan “Codot” antara 50-100 ekor, terlebih saat musim buah seperti saat ini.

Para pencari kelelawar ini mengaku tidak khawatir dengan maraknya wabah Virus Corona di berbagai negara yang diduga berasal dari Kelelawar, menurutnya “Codot” yang ia cari untuk konsumsi ini merupakan jenis Kelelawar pemakan buah, sehingga aman dikonsumsi.

Sebelum di konsumsi kulit “Codot” dibersihkan terlebih dahulu, selanjutnya direbus dalam air panas hingga bersih baru digoreng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *