,

Divonis 1 Tahun 3 Bulan,Terdakwa Kasus Kejahatan Fidusia Akan Ajukan Banding.

oleh

Foto : Anita Agung Setianto (39) divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Kota Madiun, pada Kamis(27/02/2020)Karena terbukti melakukan tindak pidana kejahatan jaminan fidusi (Noor/GSINews.Net).

MADIUN.GSINews.Net – Anita Agung Setianto (39) divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Kota Madiun, pada Kamis(27/02/2020)Karena terbukti melakukan tindak pidana kejahatan jaminan fidusia dengan modus berpura-pura kredit untuk pembiayaan pembelian mobil melalui BCA Finance.

Vonis ini dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Wuryanti dengan didampingi dua anggotanya Catur Bayu Sulistiyo dan Hastuti.

Agung dan Tuminem dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 35 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.

“Dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 35 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Oleh karena itu terdakwa Agung dijatuhi hukuman satu tahun tiga bulan penjara,” ujar Wuryanti.
Sedangkan untuk rekannya, Tuminem (56).PN kota Madiun menjatuhkan hukuman satu tahun penjara serta denda Rp 10 juta.

Tuminem terbukti membantu Agung melakukan kejahatan tindak pidana jaminan fidusia dengan modus berpura-pura kredit pembiayaan pembelian mobil milik mertua terdakwa Agung.Dan dari kejahatannya itu, Tuminem mendapatkan jatah sebesar Rp 19 juta dari Agung.

Kasus ini bermula saat Agung mengajak Tuminem berpura-pura mengajukan kredit pembiayaan pembelian mobil di BCA Finance Kota Madiun pada 22 Desember 2017 lalu. Modusnya, Agung menitipkan mobil milik mertuanya itu untuk pura-pura dijual di Rajasa Motor yang berada di Kota Magetan.

Agung meminta Tuminem untuk berpura-pura mengajukan permohonan kredit pembiayaan mobil di BCA Finance. Setelah BCA Finance mencairkan uang tersebut, Agung memberikan jatah uang sebanyak Rp 19 juta kepada Tuminem.

Sedangkan sisanya dibawa oleh Agung. Mobil jenis Honda Jazz yang pura-pura dibeli itu, kemudian dikembalikan kepada mertuanya.

Dari pengajuan kredit, BCA Finance mengucurkan pinjaman uang sebesar Rp 115.481.428 dengan jangka pembayaran selama 48 bulan.

Selama itu, kedua terdakwa hanya mengangsur sebanyak tiga kali.
Dengan dijatuhkannya vonis 1 tahun 3 bulan penjara oleh PN kota Madiun.Pihak Kuasa hukum dari Anita Agung, menyatakan akan melakukan upaya banding ke tingkat Pengadilan Tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *