,

Polisi Ungkap Jaringan Pjtki Abal-Abal

oleh

Foto : Hariyanto, 52 Tahun Warga Desa Krandegan, Kepada para korbannya mengaku adalah pjtki resmi dan bisa memberangkatkan tki ke Taiwan (Noor/GSINews.Net).

MADIUN.GSINews.Net – Hariyanto, 52 Tahun Warga Desa Krandegan, Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun Jawa Timur ini, hanya bisa tertunduk lesu dibalik masker yang dikenakannya.

Di hadapan petugas kepolisian dan awak media, Haryanto mengakui semua kejahatan penipuan yang telah dilakukannya terhadap para calon buruh migran yang akan mengadu nasib di Taiwan.

Kejadian ini berawal dari tipu daya pelaku terhadap dua orang korbannya yaitu Achmad Kurniawan dan Endro Cahyo Wibowo, yang ingin menjadi Tki  di Taiwan, kepada para korbannya pelaku mengaku adalah pjtki resmi dan bisa memberangkatkan tki ke Taiwan sebagai buruh disebuah pabrik dengan gaji enam juta sebulan, dan cukup hanya membayar 47 juta rupiah tiga bulan langsung berangkat.

Kapolres Madiun Akbp Eddwi Kurnianto memaparkan, bahwa pelaku menggunakan paspor wisata atau kunjungan, untuk memberangkatkan para korbannya, alhasil saat tiba dibandara Taiwan, pihak Pemerintah Taiwan langsung mendeportasi kembali kedua calon tki tersebut karena dianggap illegal.

Polisi saat ini masih melakukan pengembangan terhadap  kasus penipuan berkedok pjtki yang telah menipu empat korban ini, dan dari hasil penyidikan, pelaku diketahui tidak bekerja sendirian, namun dibantu oleh beberapa orang dalam melakukan aksinya.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 3 buah passport dan tujuh lembar kwitansi, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 378-372 kuhpidana tentang penipuan, dengan ancaman hukuman, maksimal empat tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *