,

Harga Gula Melonjak, Polres Madiun Amankan 5 Ton Gula Dalam 87 Sak

oleh

Foto : Polres Madiun berhasil mengamankan 5 ton gula pasir yang di jual melebihi harga eceran tertinggi yang di tetapkan Pemerintah (Noor/GSINews.Net).

MADIUN.GSINewsNet – Ditengah melonjaknya harga gula dipasaran. Polres Madiun berhasil mengamankan 5 ton gula pasir yang di jual melebihi harga eceran tertinggi yang di tetapkan Pemerintah, tidak hanya itu pemilik puluhan sak gula ini juga tak memiliki ijin usaha perdagangan, dirinya mengaku jika gula itu merupakan jatahnya sebagai petani tebu yang tidak mungkin habis jika di konsumsi sendiri.

Di toko pakan burung, di Desa Slambur Kecamatan Geger, Madiun Jawa Timur inilah, polisi berhasil mengamankan 5 ton gula pasir yang di jual melebihi harga eceran tertinggi Pemerintah, di toko ini gula pasir di jual 15.200 rupiah perkilogramnya, diatas het yang hanya 12.500 rupiah saja perkilogramnya.

Meski harga penjualan gula milik Mat Rochani tersebut lebih murah di banding harga di pasaran yang mencapai 17.500 hingga 18.000 rupiah perkilogramnya, polisi tetap menduga bahwa pelaku melakukan tindak pidana menyimpan bahan pokok penting dalam jumlah dan waktu tertentu saat  terjadi kelangkaan barang, gejolak harga dan hambatan lalu lintas barang.

Kapolres Madiun Akbp Edwwi Kurniyanto menjelaskan, bahwa pemilik took bukan hanya tak memiliki ijin usaha perdagangan,  tetapi juga menjual gula dengan harga mahal di saat terjadi kelangkaan dan sulitnya lalu lintas barang karena merebaknya virus corona.

Sementara itu Mat Rochani membantah, jika gula itu merupakan jatah yang di dapatnya dari pabrik gula selaku petani tebu, menurutnya dari berat tebu yang di setor setiap petani ke pabrik gula akan di bayarkan berupa uang sebesar 80 persen, 15 persen berupa tetes dan 5 persen dalam bentuk gula. Pihaknya menolak jika ada yang mengatakan menimbun atau menyimpan dalam jumlah besar, karena memang itu jatah dari pabrik gula untuk setiap petani.

Polisi menjerat pemilik toko sekaligus pemilik puluhan sak gula tersebut dengan pasal 106-107 UU RI NO. 7 tahun 2014 tentang perdagangan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *