,

Demo, Penutupan Jalur Alternatif Ponorogo-Trenggalek Ditolak Warga

oleh

Foto : Sejumlah Warga Desa Jurug Kecamatan Sooko Ponorogo, menggelar aksi demo di jalur alternatif perbatasan Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Trenggalek (Tim Lip/GSINews.Net).

PONOROGO.GSINews.Net – Penutupan jalur alternatif penghubung Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Trenggalek ditolak warga, karena selain ditutup total mengunakan bronjong dan batu, penutupan jalur ini juga mengganggu perekonomian warga, sementara penutupan jalan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk mencegah penyebaran covid-19 dari Kabupaten Tetangga.

Dengan membentangkan poster hujatan yang ditujukan kepada Pemerintah Daerah, sejumlah Warga Desa Jurug Kecamatan Sooko Ponorogo, menggelar aksi demo di jalur alternatif perbatasan Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Trenggalek. Hal ini dilakukan warga karena kesal dengan ulah Pemerintah Daerah yang menutup total jalur perekonomian warga, baik dari Kabupaten Trenggalek dan Ponorogo.

Dan karena jalur tersebut juga merupakan satu-satunya akses warga  untuk menuju ke lahan pertanian, yang saat ini memasuki musim panen. Sejumlah pengendara yang nekat melintas jalur tersebut terpaksa dibantu warga dengan cara menggangkat motor pengendara, selain berputar lebih jauh, sosialisasi maupun himbauan penutupan jalan belum dilakukan dan dipasang oleh Pemerintah Daerah.

Warga berharap Pemerintah Daerah untuk segera membuka bronjong penutup jalan, dan mengganti posko pencegahan warga mengancam jika tidak segera dibuka, warga akan membuka paksa jalur tersebut dan akan mendirikan posko pencegahan covid 19 di jalur tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *