,

Harga Jual Anjlok, Petani Cengkeh Gantungkan Hidup Dari Bantuan Pemerintah

oleh

Foto : Nasib petani cengkeh di Kabupaten Madiun yang kian terpuruk dengan anjloknya harga jual cengkeh dipasaran (Noor/GSINews.Net).

MADIUN.GSINews.Net – Kenaikan cukai rokok ternyata tidak diimbangi  dengan stabilnya harga jual cengkeh dari para petani cengkeh.

Seperti nasib petani cengkeh di Kabupaten Madiun yang kian terpuruk dengan anjloknya harga jual cengkeh dipasaran, merosotnya harga cengkeh ini bahkan mencapai 25 persen dari harga saat panen tahun lalu.

Para petani cengkeh menyebutkan bahwa harga jual cengkeh tahun ini sangat turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang pernah mencapai harga tertinggi 100 ribu rupiah perkilogram.

Sumarni,  salah satu  petani cengkeh asal Desa Kare Kecamatan Kare ini menuturkan, bahwa harga jual cengkeh kering tahun ini tidak sampai 60 ribu rupiah perkilogramnya,  jika tahun lalu harga cengkih kering bisa mencapai 75 ribu rupiah perkilogram kini hanya mencapai 57 ribu rupiah saja perkilogram.

Sedangkan untuk harga jual cengkeh basah, jika sebelumnya pada tahun lalu harga jual mencapai 25 ribu rupiah perkilogram kini hanya tembus 18 ribu rupiah saja perkilogramnya, petani cengkeh di Desa Kare ini menduga, turunnya harga cengkeh ini dimungkinkan karena beberapa pabrik rokok besar yang biasa membeli cengkeh dari para petani, tahun ini belum dapat membeli hasil panen cengkeh petani akibat pandemi covid-19.

Para petani cengkeh di Desa Kare ini memilih untuk menyimpan hasil panen mereka, hingga harga cengkeh kembali normal seperti semula, untuk saat ini mereka hanya bisa mengandalkan bantuan bulanan dari pemerintah untuk kebutuhan sehari-hari keluarga mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *