,

Perdayai Korban Melalui Medsos,’AKP’ Gadungan Berhasil Dibekuk Polisi

oleh

Foto : Seorang polisi gadungan berhasil diringkus Satreskrim Polres Madiun Kota pada Jumat malam lalu (Noor/GSINews.Net).

MADIUN.GSINews.Net – Bagi anda khususnya para wanita hendaklah lebih bijak dan berhati-hati dalam menggunakan jejaring sosial, seorang polisi gadungan berhasil diringkus Satreskrim Polres Madiun Kota pada Jumat malam lalu, polisi gadungan ini telah memeras korbannya hingga 90 juta rupiah bahkan tidak hanya itu, pelaku juga mengajak korban untuk berhubungan intim.

Inilah Dea Ale Haryanto, Warga Kedunggalar Kabupaten Ngawi Jawa Timur, pemuda desa ini hanya tertunduk lesu saat digelandang Petugas Kepolisian Resort Madiun Kota, ia dibekuk petugas setelah mengaku sebagai anggota polisi dan memeras seorang gadis asal Madiun Jawa Timur.

Tersangka berhasil ditangkap dirumahnya pada Jumat malam, kepada polisi tersangka mengakui seluruh perbuatannya, dalam aksiny tersangka yang mengaku sebagai anggota polisi ini merayu korbannya sebut saja namanya Bunga, gadis berusia 23 tahun, melalui jejaring sosial facebook, setelah berkenalan kemudian tersangka menjalin hubungan dengan korban.

Menggunakan nama akun Agung Pratama, tersangka lantas meminta foto foto bugil korban setelah itu tersangka membuat sandiwara jika dirinya ditangkap polisi karena kasus narkoba, dan ditemukan foto bugil korban di handphonnya, selanjutnya korban disuruh menghubungi Akp Agung Haryanto, sedangkan tokoh Akp Agung Haryanto tersebut juga diperankan oleh tersangka Dea, dengan menggunakan akun lain.

Setelah itu dengan menggunakan nama Akp Agung Haryanto, tersangka melancarkan aksinya dengan meminta transfer uang sejumlah 90 juta rupiah dengan dalih agar kasus foto bugil tersebut tidak di lakukan proses hokum, tak hanya itu saja tersangka juga mengajak korban berhubungan intim sebagai syarat agar prosesnya berjalan lancar.

Dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya, baju seragam polisi, handphone, buku rekening dan sepeda motor hasil dari uang perasannya. Akibat perbuatannya  tersangka akan dijerat dengan undang-undang no. 11 tahun 2008, tentang informasi dan transaksi elektronik (ite), dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *