,

Akses Rumah Ditembok, Satu Keluarga Harus Lompat Pagar

oleh

Foto : Warga Desa Gandu Kepuh, Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo, yang mengalami kesulitan untuk sekedar masuk rumahnya sendiri (Tim Lip/GSINews.Net).

PONOROGO.GSINews.Net – Diduga ada konflik dengan tetangga, satu keluarga di Ponorogo harus melompat tembok pagar setinggi satu setengah meter untuk masuk dan keluar dari rumahnya.

Seperti inilah keseharian Wisnu Widodo. Warga Desa Gandu Kepuh, Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo, yang mengalami kesulitan untuk sekedar masuk rumahnya sendiri.

Ini lantaran jalan didepan rumahnya, telah dikepung pagar tembok yang dibangun oleh tetangganya sendiri, hal itu dikarenakan sang tetangga mengklaim jalan tersebut adalah tanah miliknya.

Bahkanpria yang berprofesi sebagai tukang pijat ini, setiap hari harus menggunakan kursi sebagai alat bantu untuk melompat pagar tembok setinggi satu meter setengah, agar bisa masuk rumahnya sendiri.

Sementara pagar tembok ini, dibangun oleh tetangganya Mistun, sejak tahun 2017 silam, mediasi mulai tingkat lingkungan, desa hingga dipengadilan telah dilakukan, bahkan pihak Pengadilan telah memutuskan jika lahan tersebut merupakan Jalan Desa, sehingga pagar tembok itu harus dibongkar, namun pemilik tembok yang mengklaim jika jalan desa itu masih miliknya sehingga tidak mau membongkar pagar tersebut.

Sementara atas polemik ini, Wisnu Widodo berharap kepada Pemerintah Daerah dapat membantunya, agar ia bersama keluarganya dapat melewati jalan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *