,

Korban Tenggelam Di Temukan 200 Meter Dari TKP

oleh

Foto : Korban anak tenggelam di Sungai Bengawan Solo, di Kabupaten Ngawi Jawa Timur, akhirnya ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa (Eko B/GSINews.Net).

NGAWI.GSINews.Net – Korban anak tenggelam di Sungai Bengawan Solo, di Kabupaten Ngawi Jawa Timur, akhirnya ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa oleh Petugas Basarnas di bantu relawan setempat, jasad korban di temukan sekitar 200 meter dari lokasi pertama di ketahui tenggelam, jasad korban muncul ke permukaan air setelah petugas sar manover membuat gelombang menggunakan perahu karet.

Korban anak tenggelam di Sungai Bengawan Solo, tepatnya masuk Desa Grudo Kecamatan Kota Ngawi, bernama Muhammad Fadil Wicaksana usia 13 tahun, akhirnya di temukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa oleh Petugas Basarnas di bantu relawan.

Jasad korban di temukan sekitar 200 meter dari lokasi pertama kali di ketahui tenggelamnya, jasad korban muncul ke permukaan setelah petugas sar manover membuat gelombang air menggunakan perahu karet, korban pelajar Sekolah Menengah Pertama Smp warga setempat itu, dilaporkan tenggelam dan terbawa arus sungai pada Jumat 24 Juli sore, petugas basarnas di bantu relawan setempat kemudian melakukan pencarian hingga sabtu 25 Juli, penyisiran di aliran sungai tersebut dilakukan petugas sar dengan menggunakan perahu karet.

Namun korban belum juga ditemukan, dengan menggunakan perahu karet petugas sar membuat manover gelombang air di lokasi itu, tak lama berselang sar manover jasad korban akhirnya muncul ke permukaan air sekitar pukul 12.00 wib siang, oleh petugas jasad korban langsung di evakuasi menggunakan perahu karet ke pinggir sungai.

Atas permintaan keluarga korban, jasad tidak diautopsi melainkan langsung di bawa ke rumah duka, korban Muhammad Fadil Wicaksana awalnya beramai-ramai bersama rekannya mandi di sungai Bengawan Solo desa setempat, Muhammad Fadil Wicaksana bersama seorang rekannya Rifko Alzan, tiba-tiba terseret arus dan teriak minta tolong. Rifko Alzan berhasil di selamatkan oleh rekannya, namun Muhammad Fadil Wicaksana yang tak bisa berenang akhirnya terseret arus.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *