,

Kasus Narkoba, 29 Tersangka Berhasil Dibekuk Tim Rajawali 19 Satreskoba Polres Nganjuk

oleh

Foto : Tim Rajawali 19 Sat Reskoba Polres Nganjuk, berhasil mengungkap kasus narkoba dengan 21 laporan polisi dan sebanyak 29 tersangka berhasil di bekuk (Roy/GSINews.Net)

NGANJUK.GSINews.Net – Kapolres Nganjuk Akbp Handono Subiakto, yang didamping Wakapolres Nganjuk serta Wabup Nganjuk memimpin pelaksanaan konferensi pers ungkap kasus narkoba di depan Joglo Polres Nganjuk, yang disaksikan oleh puluhan media baik elektronik, cetak maupun on-line pada selasa 28 Juli 2020.

Adapun perincian dari kasus tersebut meliputi jenis narkotika dengan jumlah 12 perkara dengan tersangka sebanyak 18 orang,16 tersangka dengan barang bukti sabu-sabu seberat 11,46 gram dan 2 tersangka dengan barang-bukri ganja seberat 119,18 gram.

Terkait okerbaya ( obat keras berahaya ) terdiri 9 perkara dengan 11 tersangka, 10 orang tersangka pil doubel L dengan barang bukti 6.093 butir, 1 orang degan barang bukti pil y sebanyak 190 butir.

Sehingga jumlah barang bukti jenis narkotika shabu 11,46 gram, ganja119,18 gram, okerbaya 6.283 butir, pil double L 6.093 butir, pil y 190 butir, yang berhasil disita dan diamankan di Polres Nganjuk.

Kapolres menyampaikan, bahwa selama tiga bulan Mei, Juni, Juli 2020 Tim Rajawali 19 Sat Reskoba Polres Nganjuk, berhasil mengungkap kasus narkoba dengan 21 laporan polisi dan sebanyak 29 tersangka berhasil di bekuk dan diproses.

Kapolres Nganjuk berharap kepada masyarakat, agar selalu waspada terhadap lingkungan tempat tinggal, apa bila ada informasi terkait narkoba agar bisa menghubungi polsek terdekat atau langsung ke Satreskoba Polres Nganjuk.

Adapun pasal yang dilanggar ( narkotik ) tanpa hak melawan hukum menjual, membeli, memiliki, menyimpan, menguasai narkotika golongan i, bukan tanaman dan atau menyalahgunakan narkotika golongan i, sebagaimana dimaksud dalam pasal psl 114 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) jo pasal 127 ayat (1) huruf (a) uuri nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 7 tahun sampai dengan 20 tahun maksimal hukuman mati.

Sedangkan terkait okerbaya pasal yang dilanggar, tanpa keahlian dan kewenangan dengan sengaja mengedarkan kesediaan farmasi yang tidak memenuhi standart, sebagaimana dimaksud dalam pasal 196 jo psl 98 ayat (2)/ (3) uuri no 36 tahun 2009, tentang  kesehatan ancama hukuman minimal 5 tahun sampai dengan 15 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *