,

Tradisi Encek Pisang Sebagai Tempat Daging Di Desa Bringinan

oleh

Foto : Encek tradisi dan warisan leluhur yang terus lestarikan di Desa Bringinan Ponorogo, untuk mengemas daging Qurban yang akan dibagikan pada warga penerima (Tim Lip/GSINews.Net).

PONOROGO.GSINews.Net – Perayaan Hari Raya Idul Qurban atau Idul Adha merupakan Hari Raya bagi Umat Muslim yang memberikan kepekaan sosial tinggi, dimana dalam perayaan Idul Adha Atau Idul Qurban ini memberikan pelajaran bagi Umat Muslim untuk berbagi dengan masyarakat tidak mampu yang ada di sekelilingnya, sehingga masyarakat  yang tidak mampu pun bisa merasakan kebahagiaan, yaitu merasakan daging qurban yang belum tentu ia rasakan dalam kesehariannya.

Terkait  perayaan Idul Qurban atau Idul Adha ini, ada tradisi unik dan tradisi leluhur masyarakat Desa Bringinan Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo Jawa Timur,  yaitu di mana dalam menyajikan pembagian daging qurban yang di berikan kepada masyarakat yang tidak mampu, atau yang berhak menerimanya tersebut, dikemas dengan tempat dari pelepah  pisang, tempat pelepah pisang atau yang di sebut encek ini merupakan tradisi dan warisan leluhur yang terus lestarikan di Desa Bringinan Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo tersebut.

Beginilah kebersamaan dan kegotong royongan masyarakat Bringinan, saat perayaan Idul Qurban  tiba, masyarakat desa bersama sama berkumpul menangani daging qurban yang telah ada, dan bagi ibu- ibu yang ada di desa tersebut bersama-sama membuat encek  dari pelapah pisang sebagai tempat daging qurban, sementara  yang lainnya mempersiapakan  porsi daging qurban  yang akan di bagikan.

Sementara terkait kegiatan perayaan Qurban yang ada di Desa Bringinan tersebut.  Kepala Desa Bringinan Barno menjelaskan, bahwa tradisi  encek sebagai temapat daging qurban yang ada di desanya ini sudah berjalan sejak dulu, dan tradisi terebut merupakan tradisi turun temurun, disamping encek pisang sebagai tempat daging qurban yang murah, encek  pelapah pisang tersebut juga ramah lingkungan sehingga cukup bagus sebagai edukasi warga untuk mengurangi sampah plastik yang  ada di desanya, dengan tempat encek pisang tersebut  juga bisa memberikan kesegaran dari daging Qurban saat di terimakan ke masyarakat yang berhak menerimanya.

Lepas dari tradisi encek pisang sebagai tempat daging Qurban tersebut, Nunuk salah satu warga desa penerima daging qurban mengaku, merasa bersyukur dan senang mendapatkan daging Qurban karena dengan adanya daging Qurban ini, ia dan keluarganya bisa merasakan  masakan daging di rumahnya  yang belum tentu ia bisa beli untuk keluarganya, jika tidak ada pemberian daging Qurban tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *