,

Warga Meminta Perusahaan Star Energy Tutup Pengeboran Baru

oleh

Foto : Ribuan warga yang tergabung dalam Masyarakat Petani Pangalengan melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Perusahaan Pt Star Energy (Asep T/GSINews.Net).

BANDUNG.GSINews.Net – Ribuan warga yang tergabung dalam Masyarakat Petani Pangalengan Kabupaten Bandung Jawa Barat, yang ada di dua Desa Margamukti dan Desa Sukamanah kurang lebih sekitar 1000 orang, melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Perusahaan Pt Star Energy pada Selasa Siang 4 Agustus 2020, mereka meminta Perusahaan Panas Bumi Geothermal tersebut  untuk menghentikan penggalian sumur baru panas bumi.

Hajah Tien Nurhayati selaku Perwakilan Masyarakat Petani Pangalengan, meminta Perusahaan Pt Star Energy untuk menghentikan pengeboran, penggalian sumur baru yang di lakukan di kawasan panon arum Desa Margamukti Kecamatan Pangalengan, warga hawatir dengan adanya pengeboran sumur baru dapat merusak kelestarian lingkungan serta berdampak pada pertanian.

Selain itu warga juga menuntut Perusahaan Pt Star Energy dapat bersikap sopan dan santun, dalam menggusur lahan warga yang di gunakan untuk pengeboran sumur baru,  lahan tersebut sekitar 6 hektar lebih yang di garap oleh para petani, pihak Perusahaan Star Energy juga dapat memberikan kesepakatan secara tertulis serta dapat memberikan jaminan kesejahteraan dan kenyamanan, selama ini para petani bertanam di lahan tersebut guna menjaga keseimbngan pangan di Indonesia sebagai garda terdepan di tengah pandemi covid 19 dalam ketahanan pangan.

Sementara itu Iwan Ajof selaku Manager Komunikasi Pt Star Energy mengungkapkan, selama ini pihak perusahaan rencananya akan melakukan pengeboran sumur baru, lahan yang di gunakan merupakan lahan milik Ptpn 8 Nusantara, selain itu pihak Star Energy juga telah berkoordinasi dengan pihak Ptpn semenjak tahun 2016, imana lahan seluas 2 hektar tersebut akan dijadikan pengeboran, selama ini proses perijinan mulai dari ijin lingkungan dan amdal telah sesuai dengan aturan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *